Mengenal Jenis-Jenis Obat Tradisional

Mengenal jenis obat tradisional merupakan salah satu materi dari mata pelajaran Farmakognosi yang dipelajari oleh peserta didik Kompetensi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas di SMK Asta Mitra Purwodadi. Obat-obatan yang sering kita konsumsi untuk mengobati suatu penyakit biasanya berupa obat kimia, obat tradisional dan jamu. Mungkin saat ini kita sudah paham perbedaan antara obat kimia dan obat tradisional, tetapi apakah kita tau beda antara obat tradisional dan jamu? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.246 tahun 1990 yang dimaksud dengan obat  tradisional adalah  bahan  atau  ramuan  bahan  yang  berupa  bahan tumbuhan,  bahan  hewan,  bahan  mineral,  sediaan  galenik  atau  campuran  dan bahan-bahan  tersebut,  yang  secara  tradisional  telah  digunakan  untuk  pengobatan berdasarkan pengalaman.

Taukah kalian jika obat tradisonal itu dibagi menjadi beberapa jenis? Seringkali masyarakat hanya tau bahwa obat tradisional itu adalah jamu atau obat herbal. Yang sebenarnya, obat tradisional itu dibagi menjadi 3 jenis yaitu : Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka. Belum banyak yang tau perbedaan antara jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Sebenarnya ketiga jenis obat tradisional itu dapat kita kenali dengan mudah hanyadengan melihat logo yang ada pada kemasan obat tradisional tersebut. Untuk lebih memahami lagi tentang obat tradisional, mari kita lihat penjelasan berikut ini.

JENIS-JENIS OBAT TRADISIONAL

  1. Jamu

Jamu dapat diartikan sebagai bahan obat alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana seperti irisan rimpang, batang, akar atau daun kering. Jamu ini dapat disajikan dalam bentuk serbuk, seduhan, pil atau cairan. Umumnya 1 jenis jamu terdiri dari 5-10 macam simplisia, bahkna bisa lebih. Jamu ini tidak memerlukan suatu pembuktian secara ilmiah sampai uji klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris.

Adapun logo jamu yaitu berupa gambar ranting daun yang terletak dalam lingkaran berwarna hijau, biasanya terletak pada bagian kiri atas dari kemasannya.

  1. Obat Herbal Terstandar (OHT)

Obat herbal terstandar merupakan obat tradisional yang disajikan dari hasil ekstraksi atau penyarian bahan alam, baik tanaman obat, binatang, maupun mineral. Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan peralatan yang tidak sederhana dan lebih mahal. Obat herbal ini umumnya ditunjang oleh pembuktian ilmiah berupa penelitian praklinis. Penilitian ini meliputi standarisasi kandungan senyawa berkhasiat dalam bahan penyusun, standarisasi pembuatan ekstrak yang higienis, serta uji  toksisitas akut maupun kronis.

Logo obat herbal terstandar berupa jari-jari daun (3 pasang) yang terletak dalam lingkaran berwarna hijau dan ditempatkan pada bagian kiri atas dari kemasannya.

  1. Fitofarmaka.

Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang dapat disejajarkan dengan obat modern dimana proses pembuatannya telah terstandar dan ditunjang oleh bukti ilmiah sampai uji klinis pada manusia. Oleh karena itu, dalam pembuatanya diperlukan peralatan berteknologi modern, tenaga ahli dan biaya yang tidak sedikit.

Logo fitofarmaka digambarkan sebagai jari-jari daun (yang kemudian membentuk bintang terletak dalam lingkaran berwarna hijau) yang terletak pada bagian kiri atas dari kemasan.

CONTOH PRODUK OBAT TRADISIONAL

Untuk memahami lebih jelas terkait logo yang ada pada kemasan obat tradisional, perhatikan contoh produk obat tradisional berikut ini.

Jamu

Obat Terstandart

Fitofarmaka

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *